“Mewakili Wali Kota dan jajaran Pemko Payakumbuh, kami mengucapkan selamat kepada 13 santri yang telah menyelesaikan program tahfiz. Ini bukan sekadar wisuda, tetapi keberhasilan menjaga kalam Allah di tengah kesibukan belajar,” kata Elzadaswarman.
Ia juga memberikan motivasi kepada para santri yang dilepas agar terus melanjutkan pendidikan dan menjaga nilai-nilai pesantren di manapun berada.
“Kepada anak-anak kami, jangan lepaskan hafalanmu dan jangan tinggalkan akhlak pesantrenmu di mana pun kalian melanjutkan sekolah. Kalian adalah wajah masa depan Payakumbuh,” pesannya.
Lebih lanjut, Elzadaswarman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus bersinergi dengan pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu.
“Pesantren seperti Syekh Ibrahim Harum ini adalah mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu. Pemko Payakumbuh akan terus mendukung program-program yang meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an tanpa meninggalkan nilai-nilai keaswajaan,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Zunijar Ibrahim, menyampaikan bahwa 32 santri kelas IX yang dilepas telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian madrasah, praktik ibadah hingga ujian kepribadian.
“Mereka sudah kami bekali dengan ilmu agama, keterampilan hidup, dan tentu tadabur Al-Qur’an,” ujarnya.