Terkait wisuda tahfiz, Zunijar menjelaskan bahwa 13 santri yang diwisuda telah melewati proses seleksi ketat mulai dari setoran hafalan harian, ujian kenaikan juz hingga sidang tahfiz di hadapan dewan penguji.
“Tidak semua santri bisa mencapai target hafalan 1 juz, 3 juz, bahkan ada yang mencapai 5 juz. Mereka adalah putra-putri terbaik yang istiqamah dalam murajaah. Kami berharap mereka menjadi duta Al-Qur’an di mana pun melanjutkan studi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren.
“Kami mohon maaf jika selama proses pendidikan ada kekurangan. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal dunia akhirat. Jangan pernah putus silaturahmi dengan pondok pesantren,” pungkasnya.