CARAPANDANG - Kebanyakan dari kita di Indonesia tidak tahu atau tidak memperhatikan sebuah negara kecil di Afrika yang bernama Tanjung Verde. Negara yang jumlah penduduknya hampir sama dengan penduduk Kabupaten Agam di Provinsi Sumatra Barat, yaitu sekitar 530.000 jiwa, itu berhasil mencuri perhatian dunia karena tim nasional sepak bolanya mampu memberi perlawanan terhadap timnas negara-negara besar atau negara yang reputasi sepak bolanya level dunia.
Untuk diketahui, Verde atau Cape Verde adalah negara kecil jajahan Portugis (dan memperoleh kemerdekaan pada tahun 1975) yang merupakan sebuah negara kepulauan di Afrika Barat. Negeri kecil ini memiliki 10 gunung berapi di mana luas daratannya hanya 4.033 kilometer persegi. Posisi negaranya yang strategis membuat posisinya sangat penting dalam perdagangan budak di abad ke-16 dan ke-17.
Tim sepak bola Tanjung Verde memang gagal di fase gugur perhelatan Piala Dunia 2026, namun berbagai saluran TV internasional menurunkan berita khusus tentang tim dari negara kepulauan kecil di lepas pantai barat Afrika tersebut.
Berita khusus itu misalnya tentang tayangan penyelamatan kiper berusia 40 tahun, Vozinha, dalam hasil imbang 0-0 melawan Spanyol; perayaan setelah dua gol Piala Dunia pertama dalam sejarah mereka yang menyelamatkan hasil imbang 2-2 melawan Uruguay; serta gol ajaib menakjubkan Sidny Lopes Cabral dalam kekalahan 2-3 melawan Argentina.