Berita dan tayangan tentang Vozinha yang merangkul ibunya di stadion juga mendapatkan perhatian banyak saluran TV dunia. Tayangan itu tentang kecintaan dan kebanggaan seorang ibu kepada anaknya. Kejadian mengharukan itu terjadi ketika Tanjung Verde melawan Spanyol yang berakhir dengan skor imbang. Sebelumnya, Vozinha di depan awak media mengatakan bahwa ibundanya tidak mampu melihat permainannya di Miami dikarenakan mahalnya biaya mendapatkan visa ke Amerika Serikat. Namun, akhirnya sang ibunda, Ana Candida Evora, berkata, "Saya sangat bahagia," karena pada akhirnya bisa bertemu anandanya di Piala Dunia 2026.
Dalam banyak hal, Tanjung Verde meninggalkan Piala Dunia 2026 setelah memenangkan hal yang jauh lebih besar dari trofi emas. Setelah kekalahan lewat perpanjangan waktu yang memilukan dari Argentina, Vozinha mengatakan penampilan tim di turnamen ini "Telah memartabatkan Tanjung Verde sebagai tim nasional di sebagian besar dunia." Hal ini benar-benar menempatkan Tanjung Verde di peta dan membuat masyarakat dunia akhirnya tahu di mana letak negara satu ini.
Fenomenalnya lagi, Vozinha jadi seperti artis dadakan. Kiper yang bermain di kasta kedua sepak bola Portugal itu memiliki 50.000 pengikut Instagram sebelum Piala Dunia 2026 digelar. Sekarang, jumlah follower atau pengikutnya sudah mendekati 20 juta.