Beranda Ekonomi Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Untuk Stabilitas Rupiah

Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Untuk Stabilitas Rupiah

Ekonom: Kenaikan Suku Bunga Untuk Stabilitas Rupiah

0
Rupiah

Fakhrul Fulvian mengibaratkan pengelolaan ekonomi seperti mengemudikan kendaraan yang tengah menghadapi tikungan. “Saat ini ada fase di mana sedikit mengurangi kecepatan bukan berarti menyerah pada target pertumbuhan. Justru itu dilakukan agar kendaraan tetap berada di jalurnya dan bisa kembali berakselerasi setelah tikungan berhasil dilewati,” katanya.

Tekanan terhadap rupiah, perubahan likuiditas global, dan meningkatnya premi risiko internasional dinilai menjadi faktor yang membuat stabilitas perlu lebih diutamakan sebelum kembali mendorong pertumbuhan secara agresif.

Salah satu indikator yang menjadi sorotan pasar, lanjut Fakhrul, ialah struktur kurva imbal hasil (yield curve) obligasi pemerintah Indonesia yang dinilai terlalu datar. Saat ini, imbal hasil obligasi tenor satu tahun dan sepuluh tahun berada di kisaran yang relatif sama, sekitar 6,7 persen.

Menurut teori pasar, kondisi tersebut dianggap tidak lazim karena instrumen jangka panjang semestinya memberikan premi risiko yang lebih tinggi dibanding tenor pendek. “Ketika kedua tenor memiliki imbal hasil yang hampir sama, pasar mulai mempertanyakan mekanisme price discovery yang terjadi,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here