CARAPANDANG - Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan sumber daya pranata hubungan masyarakat pemerintah yang lebih adaptif menghadapi perubahan komunikasi publik di era kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), big data, dan media digital yang berkembang cepat.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Marroli J. Indarto, mengatakan komunikasi publik pemerintah saat ini mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya komunikasi berjalan satu arah, kini pranata humas dituntut mampu merespons dinamika isu publik secara cepat, adaptif, dan berbasis data.
"Komunikasi hari ini sudah jauh melompat dan menjadi semakin kompleks. Jika dulu hanya bersifat searah, sekarang Pranata Humas harus adaptif dan berani belajar melakukan analisis isu, mengelola big data, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) ," ujarnya saat membuka kegiatan “Prahum Insight: Sosialisasi Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2025” di Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Marroli juga menekankan arti penting Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin menduduki Jabatan Fungsional Pranata Humas (JFPH) memiliki gairah (passion) sekaligus kompetensi di bidang komunikasi. Menurutnya, langkah ini diambil untuk menekan potensi polemik atau ketidaktepatan informasi yang sering muncul akibat komunikasi publik yang kurang efektif di daerah.