Untuk jangka pendek, Bank Indonesia mendorong pelaksanaan pasar murah, pasar penyeimbang, dan penguatan distribusi barang serta jasa. Adapun dalam jangka panjang, upaya yang diperlukan meliputi peningkatan produksi pangan, penguatan kerja sama perdagangan antardaerah, optimalisasi rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.
Berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Tengah, inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,34 persen secara bulanan (month-to-month) dan 4,56 persen secara tahunan (year-on-year). Kenaikan harga beras, biaya transportasi, dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi menjadi faktor utama pendorong inflasi.
Kota Palangka Raya mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,70 persen, disusul Kabupaten Sukamara 0,63 persen dan Sampit 0,42 persen. Sementara itu, Kabupaten Kapuas mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.
Data tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat koordinasi dan langkah pengendalian inflasi di seluruh wilayah. dilansir infopublik.id