CARAPANDANG - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Selasa (21/7) kembali mempertanyakan peran Amerika Serikat dalam penangkapan gembong narkoba Ismael "El Mayo" Zambada pada tahun 2024.
Zambada dibawa keluar dari Meksiko dengan pesawat dan pada hari Senin dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di New York.
Pemerintah AS mengatakan pihaknya tidak berpartisipasi dalam operasi penangkapan Zambada, yang merupakan salah satu pendiri Kartel Sinaloa, di wilayah Meksiko.
"Mengapa mereka memamerkan pesawat, di sebuah pameran, seolah-olah itu adalah bagian dari operasi mereka, sementara versi resminya (menyebutkan) mereka tidak berpartisipasi? Ini sebuah kontradiksi," ujar Sheinbaum dalam sebuah konferensi pers harian, merujuk pada pesawat yang digunakan untuk mengangkut Zambada ke AS pada Juli.
Dia menuturkan Washington tidak memberikan informasi yang memadai untuk mengklarifikasi penangkapan tersebut, yang memicu gelombang kekerasan di negara bagian Sinaloa.
Sheinbaum menyampaikan Meksiko bekerja sama dengan AS untuk menghentikan pasokan narkoba memasuki wilayah AS, sekaligus meminta Washington agar mencegah masuknya senjata ke Meksiko.
Zambada menyatakan dirinya diculik oleh Joaquin Guzman Lopez, putra gembong narkoba Joaquin "El Chapo" Guzman, dan dibawa ke AS di luar kehendaknya, versi yang berbeda dengan pernyataan pihak berwenang AS.