Trump bahkan menyebut bahwa Netanyahu tidak punya pilihan selain menerima kesepakatan apa pun yang dicapai AS dengan Iran.
Trump mengonfirmasi bahwa ia akan segera menghubungi Netanyahu untuk meminta secara langsung agar Israel membatalkan rencana serangan balasan.
Menurut laporan Axios yang dikutip seorang pejabat AS, Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa "kita sedang mendekati sesuatu yang baik dalam hal kesepakatan".
Seorang pejabat AS menilai bahwa Trump berhasil "membeli" sedikit waktu melalui panggilan telepon tersebut. Pejabat yang sama menyatakan keyakinannya bahwa serangan Israel tidak akan terjadi segera.
Meskipun Netanyahu sempat berupaya membujuk Trump untuk mengizinkan Israel menyerang Iran, ia akhirnya setuju secara nominal dengan permintaan presiden AS tersebut.
Ketegangan terbaru ini bermula ketika Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Dahiyeh, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada hari Minggu. Israel mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas provokasi Hizbullah.
Trump sendiri mengaku tidak senang karena serangan Israel ke Beirut tidak dikoordinasikan dengan Washington terlebih dahulu.
Iran kemudian meluncurkan sekitar 11 rudal balistik ke wilayah Israel, menargetkan Pangkalan Udara Ramat David di dekat Nazareth.
Militer Israel mengklaim seluruh rudal tersebut berhasil dicegat dan tidak menimbulkan korban jiwa.