Beranda Ekonomi Menkeu Targetkan Pusat Finansial Internasional Beroperasi Tahun Ini, Lokasi Masih Dikaji

Menkeu Targetkan Pusat Finansial Internasional Beroperasi Tahun Ini, Lokasi Masih Dikaji

Menurutnya, volatilitas pasar dan ketidakpastian geopolitik saat ini justru menjadi momentum emas.

0
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

CARAPANDANG - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menargetkan operasional Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dapat terealisasi pada tahun ini. Percepatan ini didorong oleh tingginya permintaan akan pusat keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang kian meningkat.

"Saya harap peraturan pelaksana bisa selesai dalam 6 bulan. Operasinya kita usahakan secepatnya, mudah-mudahan tahun ini," ujar Purbaya dikutip Tirto.id, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, volatilitas pasar dan ketidakpastian geopolitik saat ini justru menjadi momentum emas. "Uncertainty-nya lebih tinggi. Di situlah demand untuk pusat finansial meningkat," ucapnya.

Hingga saat ini, Purbaya belum dapat memastikan di mana lokasi PFII akan berdiri.

Meski undang-undang memberikan kewenangan kepada Menteri Keuangan untuk menentukan lokasi final, ia mengaku belum memutuskan titik pasti.

Beberapa nama seperti Bali Utara, Sanur, dan kawasan Kura-Kura Bali masuk dalam daftar usulan. Namun, ia menegaskan tidak memiliki preferensi pribadi dalam menentukan pilihan.

"Bukan preferensi dari saya. Nanti ada tim yang menilai supaya hasilnya optimal. Yang jelas di situ infrastruktur harus bisa dibangun dengan mudah atau sudah ada sebagian, dan tempatnya menarik bagi investor asing yang banyak uang untuk datang," jelasnya.

Purbaya merinci kriteria utama pemilihan lokasi adalah yang paling masuk akal, tercepat dijalankan, paling murah bagi negara, dan paling mampu mendatangkan investor asing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here