Permintaan tambahan ini muncul setelah Gedung Putih pada April lalu mengajukan dana sebesar USD 1,5 triliun untuk Pentagon pada tahun fiskal berikutnya.
Jika disetujui, anggaran tersebut akan menjadi pengeluaran militer AS tertinggi sepanjang sejarah modern.
Permintaan pendanaan Pentagon mendapat penolakan keras dari Partai Demokrat. Senator Patty Murray menilai permintaan tersebut tidak masuk akal.
Senator Dick Durbin meminta Hegseth menjelaskan total biaya perang dengan Iran secara rinci.
Meski Hegseth menyebut angka USD 37,5 miliar, beberapa sumber dari Partai Demokrat mengatakan kepada CBS, mitra media BBC, bahwa biaya sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.
Mereka menilai estimasi tersebut belum memasukkan biaya pembangunan kembali pangkalan militer AS yang rusak akibat konflik.
AS dan Iran sebelumnya sempat menyepakati gencatan senjata pada April lalu. Namun, kesepakatan itu gagal dan permusuhan kembali terjadi pekan lalu.
AS melanjutkan serangan udara terhadap Iran selama 11 hari berturut-turut, sementara Teheran membalas dengan serangan terhadap pasukan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Di tengah perdebatan itu, Presiden Trump melalui akun Truth Social menyebut perang AS dengan Iran yang dimulai pada 28 Februari telah menewaskan 18 orang.
Pentagon pada Selasa (21/7) mengumumkan kematian dua personel militer AS:
· Sersan Michael Emmanuel Swinton di Irak
· Sersan Angel Rampersad di Yordania