Beranda Ekonomi Presiden Minta Bunga Kredit Ultra Mikro Hanya 8%, Prabowo Singgung Bunga Orang Miskin Lebih Tinggi

Presiden Minta Bunga Kredit Ultra Mikro Hanya 8%, Prabowo Singgung Bunga Orang Miskin Lebih Tinggi

Keputusan politik ini diambil Presiden Prabowo karena menilai adanya ketimpangan yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

0
Ilustrasi

Dalam acara yang sama, Presiden secara langsung meminta konfirmasi kepada Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani mengenai kesiapan penurunan bunga tersebut.

CEO Danantara pun menyanggupi dengan target bunga 8 persen, seraya berdiri memberikan jawaban kepada Presiden.

"Danantara bisa? Siap pak bisa. Berapa persen? 8 persen," kata Prabowo menirukan percakapannya dengan Rosan Roeslani, diselingi candaan "Kenapa enggak 7 persen?".

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa penurunan bunga kredit ultra mikro akan dilakukan dengan menggeser sebagian jata subsidi Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Subsidi, cuma digeser sebagian dari KUR ke sana. Mungkin juga kita tambah nanti, tapi basically langkah pertama adalah memastikan yang super mikro tadi bisa dapat bunga yang rendah, di bawah 9 persen kata presiden," papar Purbaya.

Presiden Prabowo menegaskan kebijakan ekonomi pemerintah harus tetap mengacu pada prinsip keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ia tidak ingin melihat praktik ketidakadilan di mana rakyat kecil justru menanggung bunga lebih besar dibandingkan pengusaha besar.

"Masa orang miskin bayar bunganya lebih besar dari orang kaya," tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here