Beranda Internasional Tak Ada Perayaan di Teheran pada Hari Pertama Kesepakatan Iran-AS

Tak Ada Perayaan di Teheran pada Hari Pertama Kesepakatan Iran-AS

Seorang wanita tampak menangis saat acara pawai mengenang almarhum Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi saat ini, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, pada 7 Mei 2026. (Carapandang/Xinhua/Shadati)

0
Xinhua

   "Permusuhan yang telah berlangsung lebih dari 47 tahun tidak bisa diselesaikan dalam semalam saja," kata Asghar Sorkhin, seorang pemilik toko berusia 47 tahun. "Mereka (AS) adalah pemerintahan yang sama yang membatalkan kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi terberat terhadap warga Iran."

   Seraya menekankan bahwa kesepakatan itu belum cukup pantas untuk dirayakan, Sorkhin mengakui perasaannya campur aduk. Dia mengatakan jika AS menepati janjinya kali ini, warga Iran mungkin "akan dapat merasakan sedikit kelegaan."

Seorang wanita berjalan di jalanan di Teheran, Iran, pada 8 Juni 2026. (Carapandang/Xinhua)

   Di sebuah rumah sakit di Teheran, Maryam, seorang perawat berusia 30 tahun, sibuk menyiapkan obat-obatan untuk pasien dan menangani tugas-tugas hariannya.

   Sambil menyatakan optimisme yang diwarnai kehati-hatian tentang perdamaian dan perundingan di masa depan antara Iran dan AS, Maryam mengatakan, "Meskipun tidak bijaksana untuk memercayai orang lain begitu saja, lebih tidak bijaksana lagi jika tidak memercayai siapa pun."

   "Saya percaya Iran harus melanjutkan proses diplomatik, tetapi dengan kehati-hatian. Perang dan blokade angkatan laut AS telah berdampak buruk pada kehidupan kami dan perlu dihentikan," tambah Maryam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here