Gelombang panas parah melanda sebagian besar wilayah barat Amerika Serikat (AS) pada pekan ini, mencetak rekor suhu harian dan berpotensi memecahkan rekor untuk Maret, menurut Badan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) AS.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Jumat, mengeluarkan laporan bersama yang memperingatkan panas ekstrem menempatkan miliaran pekerja pada risiko serius, dengan perubahan iklim yang mendorong gelombang panas intens yang lebih sering.
Lonjakan suhu mendadak mulai terjadi sejak Selasa (17/6/2025). Kota Kofu mencatat suhu tertinggi 38,2 derajat Celsius, atau lebih dari 10 derajat di atas rata-rata suhu pertengahan Juni.
Cuaca panas ekstrem di Maroko mengakibatkan lebih dari 20 orang meninggal dunia. Beberapa laporan menunjukkan bahwa kematian tersebut terjadi dalam periode 24 jam di rumah sakit regional di Beni Mellal.
Jepang sedang menghadapi gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan suhu mendekati 40 derajat Celsius di beberapa area dari wilayah Tokai hingga Kanto pada Minggu (7/7).