Selanjutnya dia menjelaskan, pada Maret-April 2026, stok beras nasional akan semakin meningkat lantaran telah memasuki musim panen raya.
Untuk diketahui, per 23 Juni dalam catatan Bapanas, realisasi penyaluran CBP ke masyarakat untuk anggaran 2026 telah menyentuh total 1,02 juta ton. Rinciannya, bantuan pangan beras 601,7 ribu ton, SPHP beras 367,8 ribu ton, golongan anggaran 38 ribu ton, dan tanggap darurat 11,3 ribu ton.
Terbaru, pemerintah pun telah memutuskan bantuan pangan beras akan ditambah 3 bulan alokasi selama semester kedua tahun ini. Sementara total stok beras yang ada di Bulog sampai 23 Juni berada di angka 5,17 juta ton. Ini bersumber dari pengadaan setara beras produksi dalam negeri sejak awal 2026 yang telah mencapai 3,23 juta ton.
Selain itu juga ditopang dari stok akhir tahun 2025 yang masih ada 3,24 juta ton yang sepenuhnya bersumber dari realisasi pengadaan setara beras produksi dalam negeri selama 2025 di 3,43 juta ton tanpa ada impor.
Untuk kondisi harga beras dalam pemantauan Bapanas, per 22 Juni mencatatkan rerata harga beras medium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Memang terjadi kenaikan harga beras dalam sebulan terakhir, namun masih sesuai koridor HET beras medium.