Beranda Daerah Baru Ditempati, 58 Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang

Baru Ditempati, 58 Huntara di Aceh Utara Rusak Diterjang Angin Kencang

Huntara yang rusak tersebut merupakan bangunan yang baru saja ditempati oleh para penyintas banjir bandang November 2025.

0
Hunian Sementara (Huntara) rusak karena diterjang angin di kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (2/6/2026). (Pemkab Aceh Utara/Tirto.id)

Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, menjelaskan bahwa warga yang huntaranya rusak untuk sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga maupun kerabat mereka di masing-masing desa.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan lebih lanjut.

"Pagi ini sudah kita turunkan tim ke lapangan untuk melakukan pendataan kembali. Warga mengungsi ke rumah keluarga masing-masing dan tempat yang lebih aman," kata Muntasir.

Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk penanganan lebih lanjut.

"Penanganan tanggap darurat telah kita lakukan dan untuk penanganan lebih lanjut kami juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PU," ujar Bupati yang akrab disapa Ayah Wa itu.

Huntara yang rusak diketahui merupakan bangunan bantuan BNPB dan Kementerian PUPR yang dibangun sebagai tempat tinggal sementara bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi pada tahun 2025 lalu.

Pembangunan huntara di Rumoh Rayeuk dan Langkahan dilakukan oleh BNPB, sedangkan di Buket Linteung dibangun oleh Kementerian PU.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh.

Sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada 3-5 Juni 2026.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here