CARAPANDANG - China pada Kamis (30/7) mengkritik keputusan Komisi Komunikasi Federal (Federal Communications Commission/FCC) Amerika Serikat (AS) untuk menambahkan inverter daya dan perangkat robotika canggih buatan luar negeri ke dalam "Covered List" (Daftar Terlarang) AS, seraya mengatakan bahwa langkah tersebut mendiskriminasi serta menekan perusahaan dan produk China.
Penambahan ke dalam daftar tersebut akan mencegah produk-produk baru terkait untuk memperoleh otorisasi FCC dan memasuki pasar AS.
Pihak AS harus segera mencabut langkah-langkah ini dan mengakhiri praktik keliru yang diterapkannya, kata seorang juru bicara (jubir) Kementerian Perdagangan China.
Jubir tersebut mengatakan bahwa meskipun China telah berulang kali menyampaikan keberatan dan menerapkan pendekatan yang menahan diri, FCC terus memperkenalkan dan meningkatkan langkah-langkah pembatasan, yang menimbulkan kerugian serius bagi kepentingan perdagangan China yang sah, merusak stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan China-AS, serta mengganggu stabilitas rantai industri dan rantai pasokan global.
AS terlalu memaksakan konsep keamanan nasional dan menggunakan langkah-langkah administratif untuk mencampuri transaksi komersial dan aktivitas perdagangan normal, mengabaikan seruan kuat dari industri di kedua negara, kata jubir tersebut.
Upaya "pemisahan (decoupling) dan gangguan rantai pasokan" merupakan contoh tipikal dari distorsi pasar dan intimidasi sepihak, menurut jubir itu.