CARAPANDANG - Ratusan orang turun ke jalan-jalan di Manhattan pada Sabtu (3/1), memprotes operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Aksi protes tersebut merupakan bagian dari unjuk rasa nasional "Tolak Perang di Venezuela" yang digelar di lebih dari 100 kota di AS, termasuk Washington, Boston, Los Angeles, Atlanta, Chicago, dan Miami.
Para pengunjuk rasa berkumpul di Times Square sambil membawa berbagai poster yang bertuliskan "Jangan ganggu Venezuela", "AS, keluar dari Karibia", "Tolak perang untuk minyak Venezuela", dan "Pertahankan Venezuela dari imperialisme AS". Teriakan berbunyi "Pertahankan Venezuela, Bebaskan Maduro" bergema di tengah kerumunan massa.
"Perang ini bukan tentang narkoba, ini tentang minyak Venezuela," kata Karen, seorang warga New York berusia paruh baya yang mengikuti unjuk rasa tersebut.
"Bagaimana mungkin Anda bisa berhak untuk ikut campur di Venezuela, untuk menyerang Venezuela?" tutur Karen. "Rasanya seolah kita bertindak seperti penjahat," lanjutnya.
"Kami di sini untuk mengatakan bahwa ini adalah tindakan yang tidak adil," imbuh wanita itu.
Hassan, seorang mahasiswa dari Pakistan, mengatakan bahwa upaya yang dipimpin AS untuk merombak pemerintahan di negara lain bukanlah hal baru. "Namun, setidaknya upaya itu sebelumnya menggunakan kedok, seperti mengatasnamakan pemulihan demokrasi di Timur Tengah," ujarnya.