Dalam kesempatan yang sama, Rosan mengungkapkan momentum peluncuran dewan bisnis Indonesia-Prancis menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS, yang mencakup kerja sama sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan Dewan Bisnis itu juga berperan penting mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya, termasuk saat kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada medio Mei 2025.
Dalam kunjungan resmi Macron di Jakarta, sebanyak 27 nota kesepahaman (MoU) kerja sama ditandatangani oleh dua negara dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.
“Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” kata Rosan.
Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.