Beranda Kesehatan Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

Batuk terus menerus selama berminggu-minggu setelah mengalami infeksi saluran napas seperti pilek atau flu dikhawatirkan masih bisa menular meski penderitanya sudah dapat beraktivitas sebagaimana biasa.

0
istimewa

CARAPANDANG.COM-  Batuk terus menerus selama berminggu-minggu setelah mengalami infeksi saluran napas seperti pilek atau flu dikhawatirkan masih bisa menular meski penderitanya sudah dapat beraktivitas sebagaimana biasa.

Sebagaimana dikutip dalam siaran Channel News Asia pada Senin, kepala eksekutif dan pendiri Pinnacle Family Clinic Dr. Mok Boon Rui menyampaikan bahwa batuk yang demikian dapat terjadi karena saluran pernapasan belum sepenuhnya pulih.

Menurut Dr. Joanne Khor, dokter keluarga dan wakil kepala Poliklinik Jurong, batuk yang berkepanjangan biasanya disebabkan oleh peningkatan sensitivitas saluran pernapasan atau iritasi akibat postnasal drip setelah infeksi.

Postnasal drip terjadi ketika lendir dari hidung atau sinus menetes ke bagian belakang tenggorokan, yang menimbulkan tenggorokan dan menyebabkan batuk.

Selain itu, kondisi seperti asma, rinitis alergi, atau penyakit refluks gastroesofageal atau GERD dapat membuat saluran pernapasan lebih sensitif, sehingga meningkatkan risiko batuk berkepanjangan setelah infeksi.

Dr. Khor mengatakan bahwa saluran pernapasan di paru-paru sangat sensitif dan mudah teriritasi pada orang dengan asma.

"Setelah infeksi pernapasan, sensitivitas ini mungkin tetap ada untuk beberapa waktu, sehingga iritasi kecil sekalipun, seperti udara dingin, debu, atau olahraga, dapat memicu batuk," katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here