Beranda Kesehatan Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

Batuk terus menerus selama berminggu-minggu setelah mengalami infeksi saluran napas seperti pilek atau flu dikhawatirkan masih bisa menular meski penderitanya sudah dapat beraktivitas sebagaimana biasa.

0
istimewa

Rinitis alergi berkontribusi pada peningkatan produksi lendir dan pembengkakan di saluran hidung, yang dapat menyebabkan postnasal drip.

Pada penderita GERD, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan dapat mencapai tenggorokan. Iritasi asam ini dapat mengaktifkan saraf di tenggorokan yang memicu refleks batuk.

"Ketika tenggorokan teriritasi, tubuh akan memberi sinyal untuk batuk sebagai respons perlindungan," kata Dr. Khor.

Dr. Khor menyampaikan bahwa merokok meningkatkan peradangan di saluran pernapasan dan merusak struktur kecil seperti rambut di paru-paru, yang membantu membersihkan lendir. Ini membuat perokok lebih mungkin mengalami batuk berkepanjangan setelah infeksi.

Dokter Mok menyampaikan bahwa mereka yang sudah merasa sehat tetapi masih sering batuk dan batuknya berkepanjangan umumnya aman untuk kembali bekerja, berolahraga, dan beraktivitas sosial.

Dalam kasus infeksi virus yang paling umum, menurut dia, orang biasanya bisa menularkan virus beberapa hari sebelum mengalami gejala dan sekitar tiga sampai tujuh hari setelah gejala pertama muncul.

"Jika seseorang mengalami batuk yang berkepanjangan tetapi merasa sehat, risiko penularan kepada orang lain, termasuk kelompok rentan, biasanya rendah," katanya.

Meskipun demikian, ia melanjutkan, tindakan pencegahan sederhana dan tepat sasaran baiknya tetap dilakukan ketika berada di dekat orang lanjut usia, anak-anak, perempuan hamil, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here