Beranda Feature Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

0
Feature: Mengemas Sejarah di Era Digital

"Saat itu, saya bekerja di kantor urusan internasional kampus sehingga memiliki kesempatan berinteraksi dengan banyak mahasiswa dari berbagai negara. Pengalaman tersebut berlanjut sebagai panitia dalam berbagai acara internasional di Indonesia, mulai dari pertemuan tingkat menteri hingga festival seni dan musik," ujar alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tersebut.

Inisiatif ini terus dipupuk Sonny ketika mengikuti program pelatihan kepemimpinan IATTS di Jepang. Dirinya kerap memperkenalkan Indonesia beserta sejarahnya kepada teman-teman internasional. "Saya menyadari banyak orang asing memiliki ketertarikan terhadap Indonesia, tetapi informasi mengenai sejarah dan budaya Indonesia yang mudah diakses dalam bahasa Inggris masih sangat terbatas. Berangkat dari kebutuhan itulah, saya mulai menulis blog berbahasa Inggris mengenai sejarah dan budaya Indonesia," ujarnya.

PELUANG ERA DIGITAL

Beda zaman maka beda instrumen. Menurut Sonny, seiring berubahnya kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi informasi digital, dia pun termasuk salah satu orang yang beralih ke Instagram guna menyajikan konten sejarah dalam format lebih ringkas. Kini, dia memproduksi video berbahasa Indonesia yang dilengkapi subtitle bahasa Inggris agar cerita-cerita tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia maupun audiens internasional.

Foto dokumentasi ini menampilkan kreator konten Sonny Hendrawan Saputra di Kompleks Percandian Batujaya, Karawang, Provinsi Jawa Barat. (Xinhua/Istimewa)

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here