"Hal paling mendasar dalam produksi konten sejarah adalah kredibilitas sumber yang digunakan. Biasanya sejarawan akademis akan membangun argumentasi berdasarkan interpretasi dari sumber primer maupun sumber sekunder yang memang telah diakui kredibilitasnya," ujar Wildan ketika dihubungi Xinhua pada 5 Agustus.
Mengingat sejarah lekat dengan validitas, Wildan juga mengimbau para kreator untuk melakukan cek dan ricek data maupun fakta. "Dalam kajian sejarah ada berbagai sudut pandang untuk melihat atau menganalisis sebuah peristiwa. Ini dapat berkaitan dengan sumber yang dipakai, perspektif yang digunakan, atau kepentingan apa yang dikedepankan," lanjut peraih gelar doktor dari University of Bristol tersebut.
"Ketika membuat konten sejarah sebaiknya memang memadukan argumen atau analisis dari kajian-kajian akademik yang telah dilakukan. Tidak hanya satu, tapi bisa beberapa," pungkas Wildan.
Setali tiga uang dengan pendapat akademisi, validitas sumber juga menjadi faktor utama yang tak bisa ditawar bagi penonton dan penikmat konten sejarah, utamanya bagi mereka yang telah melek sejarah.