Ia menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) melalui trisula pembangunan, yakni penurunan kemiskinan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas, serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Dalam RPJMN, pembangunan SDM menjadi kunci, karena dalam jangka panjang pertumbuhan ekonomi tidak mungkin dicapai tanpa modal manusia yang kuat,” jelasnya.
Pungkas juga menyoroti tantangan kualitas pendidikan nasional yang masih dipengaruhi oleh persoalan gizi dan stunting. Ia mengaitkan pendidikan dan kesehatan dari aspek gizi, karena keduanya merupakan komponen inti dalam Indeks Modal Manusia. “Stunting berdampak langsung pada kemampuan belajar anak dan capaian pendidikan. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan perbaikan kesehatan dan gizi,” katanya. Menurutnya, intervensi sejak usia dini, termasuk pada 1.000 hari pertama kehidupan, menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju 2045.
Menambahkan, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kementerian Keuangan, Sudarto, menekankan aspek peningkatan kualitas pendidikan sebagai hak seluruh warga negara Indonesia. “Pendidikan adalah hak seluruh warga negara. Namun, kita tidak bisa hanya mengejar kuantitas, kualitas harus menjadi perhatian utama,” ujar Sudarto.