Beranda Internasional Gelombang Hoax Perang Iran vs AS-Israel: Dari Ancaman Jenderal Fiktif Hingga China-Rusia "Turun Gunung"

Gelombang Hoax Perang Iran vs AS-Israel: Dari Ancaman Jenderal Fiktif Hingga China-Rusia "Turun Gunung"

Banjir disinformasi dan hoax memenuhi lini media sosial, mulai dari ancaman terhadap Indonesia, video ledakan palsu hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), hingga kabar tentang pasukan China dan Rusia yang disebut "turun gunung" membantu Iran secara militer.

0
Ilustrasi

Sejauh ini, perlawanan terhadap AS-Israel masih dilakukan secara independen oleh militer Iran, yang mengklaim berhasil menyerang pangkalan AS di Kuwait dan target Israel di Tel Aviv.

Banjir Disinformasi Visual: Dari Video AI hingga Rekaman Lama

Di era digital, hoax tidak hanya berupa teks tetapi juga konten visual yang semakin canggih.

Sejumlah video dan gambar hasil rekayasa turut memenuhi ruang digital untuk mengaburkan fakta di lapangan.

Sebuah video yang memperlihatkan gedung pencakar langit di Bahrain terbakar hebat usai diserang Iran ternyata bukanlah kejadian nyata.

Associated Press melaporkan bahwa video tersebut dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) dan disebarkan oleh akun-akun yang terkait dengan pemerintah Iran untuk membesar-besarkan keberhasilan serangan mereka.

Ciri-ciri keanehan seperti dua mobil yang seolah menempel dan siku seorang pria yang menembus tas menjadi bukti bahwa video itu palsu.

Sebuah video dahsyat yang diklaim sebagai gempuran Iran atas Tel Aviv juga terbukti palsu.

Hasil penelusuran AFP Fact Check menunjukkan bahwa video tersebut adalah rekaman lama dari ledakan besar di gudang kimia Tianjin, China pada tahun 2015. Konten yang sama juga sempat muncul saat invasi Rusia ke Ukraina dan konflik Iran sebelumnya.

BBC Verify menemukan banyaknya konten buatan AI lainnya, termasuk citra satelit yang dimanipulasi untuk mengklaim kerusakan di pangkalan Angkatan Laut AS di Qatar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here