Mahyeldi menekankan terdapat lima komitmen utama dalam pengembangan Silokek, yakni konservasi, pendidikan, pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi masyarakat, dan ketangguhan bencana. Ia berharap proses evaluasi dapat melihat bukan hanya potensi Silokek, tetapi juga kerja panjang pemerintah dan masyarakat dalam menjaganya.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengatakan perjalanan Geopark Ranah Minang Silokek telah dimulai sejak 2018 hingga akhirnya masuk tahap evaluasi UNESCO Global Geopark. Ia berharap seluruh proses berjalan objektif dan membawa Silokek menjadi bagian dari jaringan geopark dunia.
“Mudah-mudahan tim evaluator bisa menilai Sijunjung seobjektif mungkin. Kami menerima seluruh masukan dan berharap ini bisa mewakili Sumatera Barat untuk bersama-sama menjadi UNESCO Global Geopark,” kata Benny.
Sementara itu, Prof. Jeon Yang Mun mengatakan tim evaluator hadir bukan untuk menghakimi, melainkan berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melihat langsung bagaimana kawasan tersebut dikelola. “Kami di sini bukan untuk menghakimi Anda, melainkan untuk berdiskusi mengenai proyek, wilayah, lanskap, serta cara Anda mengelolanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, para evaluator juga memahami tantangan yang dihadapi pengelola geopark karena sebelumnya mereka juga merupakan pengelola geopark di wilayah masing-masing. Menurutnya, evaluasi menjadi kesempatan untuk saling berbagi persoalan dan menemukan solusi bersama.