CARAPANDANG - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, secara tegas membantah isu adanya calon ketua umum yang mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto untuk maju dalam Muktamar ke-35 NU. Ia menegaskan bahwa klaim semacam itu adalah kebohongan belaka.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/7). Ia menilai Presiden dan Istana tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan internal organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
"Saya tidak melihat juga kepentingan Presiden atau Istana misalnya untuk mempengaruhi, untuk cawe-cawe terkait dengan NU ini buat apa? Enggak ada gunanya bagi pemerintah, enggak ada gunanya bagi presiden sendiri misalnya," ujarnya.
Gus Yahya mengaku telah mendengar kabar tentang pihak-pihak yang mencatut nama Presiden dalam kontestasi pencalonan.
Namun, ia mengingatkan bahwa isu tersebut tidak akan berpengaruh karena NU memiliki tradisi dan mekanisme organisasi yang matang serta independen sejak awal berdiri.
"Kalau ada yang mengklaim bahwa dia misalnya direstui, bahkan diperintah oleh presiden (itu) pasti bohong," tegas Gus Yahya.
"Dan itu tidak akan mempan kepada NU cabang-cabang, karena NU ini by nature memang independen sejak awal sehingga tidak mudah untuk dipengaruhi dengan isu-isu yang tidak relevan seperti itu," tambahnya.