Menlu RI mendorong peninjauan perkembangan implementasi 5PC yang objektif dan berimbang serta penguatan mekanisme kolektif ASEAN, termasuk pembahasan perpanjangan mandat utusan khusus untuk Myanmar, guna menjaga keberlanjutan upaya penyelesaian damai di negara tersebut.
Indonesia pun terus mendorong adanya proses perdamaian yang dimiliki dan dipimpin Myanmar, termasuk melalui berbagai inisiatif dengan seluruh pemangku kepentingan di sana, kata Menlu RI.
Adapun pertemuan tersebut diinisiasi oleh Filipina, sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun ini, bekerja sama dengan Thailand sebagai tuan rumah dialog tersebut.
Pertemuan tersebut adalah untuk menindaklanjuti pembahasan soal Myanmar pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada awal Mei 2026, serta pertemuan lanjutan Menlu se-ASEAN secara daring pada 21 Mei 2026.
Dialog di Bangkok tersebut juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menlu RI ke Naypyidaw, Myanmar, pada 8 Juni 2026.
Menurut Kemlu RI, pertemuan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi soal perkembangan terkini di Myanmar serta mengidentifikasi langkah ASEAN terkait implementasi 5PC ke depannya.