Beberapa studi menunjukkan bahwa kerang dapat mengandung mikroplastik dalam jumlah yang lebih tinggi dibanding ikan, terutama karena seluruh tubuhnya, termasuk saluran pencernaan, dikonsumsi manusia.
Penelitian menemukan berbagai jenis mikroplastik dalam kerang, mulai dari serat sintetis hingga fragmen polimer seperti polyethylene (PE) dan polypropylene (PP). Jenis-jenis ini umum ditemukan dalam limbah plastik domestik dan industri. Karena kerang merupakan sumber protein dan ramah lingkungan, temuan ini memunculkan kekhawatiran pada masyarakat, karena menjadi jalur paparan mikroplastik yang relatif signifikan, terutama pada populasi pesisir dengan konsumsi kerang yang tinggi.
9. Ikan kecil yang dimakan utuh (sarden, teri, anchovy)
Ikan kecil sering dipromosikan sebagai pilihan makanan laut yang lebih berkelanjutan dan bernutrisi. Namun, dari perspektif mikroplastik, ikan kecil punya karakteristik yang meningkatkan risiko paparan: mereka biasanya dimakan utuh, termasuk saluran pencernaan, tempat mikroplastik paling sering ditemukan.
Studi observasional pada ikan pelagis kecil menunjukkan bahwa mikroplastik sering ditemukan di lambung dan usus ikan-ikan ini, terutama di wilayah perairan dengan kepadatan limbah plastik tinggi. Karena tidak ada proses pembuangan organ dalam sebelum konsumsi, mikroplastik tersebut berpotensi langsung masuk ke tubuh manusia.