Beranda Ekonomi IHSG Ambrol ke Level 5.839, BEI Klaim Fundamental Emiten Masih Solid

IHSG Ambrol ke Level 5.839, BEI Klaim Fundamental Emiten Masih Solid

Sepanjang perdagangan, tekanan jual masih mendominasi dengan jumlah saham yang melemah mencapai 623 emiten, jauh dibandingkan saham menguat sebanyak 106 emiten.

0
Ilustrasi

Sementara itu, analis menilai anjloknya IHSG mencerminkan adanya krisis kepercayaan investor yang cukup serius. Head of Research BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menyebut setidaknya ada empat faktor penyebab utama, yaitu risiko fiskal akibat lonjakan harga minyak global, menurunnya kepastian kebijakan pemerintah, outlook negatif terhadap utang pemerintah dari pemeringkat global, serta review MSCI yang menghapus enam saham Indonesia dari indeksnya.

"Arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia yang mencapai US$3,1 miliar sepanjang tahun ini mencerminkan proses pengurangan risiko oleh investor asing," ujar Erindra dalam risetnya.

Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai pelemahan IHSG tidak hanya dipengaruhi sentimen eksternal, tetapi juga diperparah oleh faktor dalam negeri. Menurutnya, pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang serius.

"Koreksi tajam IHSG hingga menembus level psikologis 6.000 menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengalami krisis kepercayaan yang cukup serius," kata Hendra di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

BEI pun mengimbau investor untuk tetap mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. "Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan hal ini kepada para investor," pungkas Jeffrey .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here