CARAPANDANG – Oleh: A Eddy Adriansyah (Bidang Diklat Profesi Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Kota Bandung)
Dering notifikasi gawai yang tiada henti, tumpukan surel yang menuntut balasan segera, dan deretan tenggat waktu (deadline) yang saling berkejaran, adalah pengalaman sehari-hari dalam kehidupan profesional masa kini. Di dalam ekosistem kerja yang menuntut produktivitas nyaris tanpa batas, manusia kerap berkecil hati, merasa diri bagaikan sekrup kecil dalam mesin industri yang besar. Waktu bergerak begitu cepat, sementara ruang untuk bernapas terasa semakin sempit.
Bagi seorang profesional muslim, dinamika ini memunculkan sebuah tantangan besar, bagaimana menjaga agar hati tetap bersih dan pikran tetap jernih, ketika urusan dunia memaksa diri untuk terus berlari ?
Ketenangan jiwa, atau dalam khazanah Islam dikenal sebagai sakinah, sejatinya bukanlah sebuah kondisi yang melulu tanpa masalah. Ketenangan sejati tidak ditemukan dengan cara melarikan diri dari tanggung jawab pekerjaan, atau mengasingkan diri ke tempat yang sepi. Ketenangan jiwa adalah kemampuan hati untuk tetap berlabuh pada kedamaian, bahkan ketika krisis terkait pekerjaan sedang bereskalasi di lingkungan kerja.