Bila direnungkan lebih dalam, setiap tekanan kerja bukan semata beban bagi jasmani maupun rohani, melainkan juga sebuah ruang spiritual yang sarat hikmah, jika seorang mukmin Ikhlas dan bijak menghadapinya. Ada beberapa ikhtiar yang bisa diupayakan bagi ketenangan jiwa, yang sudah disiapkan Allah SWT, bagi profesional muslim yang Ikhlas dan profesional dalam menjalani rutinitas kerja.
Ikhtiar Pertama : Menganggap Ujian sebagai sarana Kenaikan Derajat
Ketika tumpukan tugas mulai terasa menghimpit dada, respons pertama kita seringkali berupa keluhan. Stres dianggap sebagai musuh yang merusak kebahagiaan. Namun, jika kita melihatnya dari lensa keimanan, beban kerja yang berat dan tekanan yang menguras energi spiritual ini, sejatinya adalah bentuk ujian kehidupan. Pergeseran paradigma berpikir tersebut sangatlah krusial. Sebab dalam teologi Islam, setiap kesulitan yang dihadapi seorang hamba, sekecil apa pun itu, tidak pernah hadir sia-sia.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa tidak ada satu pun keletihan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, hingga kesusahan yang menimpa seorang muslim, bahkan sebatang duri yang menusuk kulitnya, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya. Di sinilah letak optimisme dalam teologi kerja Islam.