CARAPANDANG - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing secara resmi mempererat kemitraan strategis dengan Daerah Otonomi Khusus Guangxi, China. Fokus utama kerja sama kali ini menyasar pada dua sektor krusial: transformasi pendidikan vokasi dan akselerasi teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung industrialisasi di tanah air.
Langkah ini mempertegas komitmen yang telah dirintis sejak 2024, di mana berbagai universitas dan politeknik di Indonesia mulai mengintegrasikan kapasitas teknisnya dengan perusahaan-perusahaan besar asal Guangxi yang beroperasi di Indonesia.
AI: Dari Ketahanan Pangan hingga Kesehatan
Dalam pertemuan tingkat tinggi dengan Sekretaris Komite Partai Komunis China Guangxi, Chen Gang, Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menyoroti potensi besar AI yang dikembangkan di Guangxi. Teknologi ini diproyeksikan tidak hanya untuk industri manufaktur, tetapi juga merambah sektor pertanian cerdas (smart farming), kesehatan, hingga pariwisata.
“Ke depan, saya ingin terus mendorong penguatan kemitraan di bidang-bidang tersebut. Guangxi memiliki kapabilitas AI yang dapat membantu kita mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman secara cepat demi mendukung ketahanan pangan,” ujar Djauhari dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).