Beranda Internasional Indonesia Mengecam Keras Serangan Israel Terhadap Flotilla Sumud Global

Indonesia Mengecam Keras Serangan Israel Terhadap Flotilla Sumud Global

Indonesia dan negara lainnya mengecam sekeras-kerasnya serangan Israel terhadap Flotilla Sumud Global pada 30 April 2026, sebuah inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan menarik perhatian masyarakat internasional terhadap bencana kemanusiaan di Gaza.

0
istimewa

Sementara itu, juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Thameen Al-Kheetan, Rabu (6/5), dalam sebuah pernyataan mengatakan Israel harus segera dan tanpa syarat membebaskan anggota flotilla yang ditahan di perairan internasional dan dibawa ke Israel tersebut.

Menurutnya, upaya menunjukkan solidaritas dan membawa bantuan kemanusiaan kepada penduduk Palestina di Gaza yang sangat membutuhkan bukanlah kejahatan.

“Kami menyerukan diakhirinya penggunaan penahanan sewenang-wenang oleh Israel dan undang-undang terorisme yang didefinisikan secara luas dan samar, yang tidak sesuai dengan hukum hak asasi manusia internasional,” kata Al-Kheetan.

Dia menyatakan bahwa Israel juga harus mengakhiri blokade terhadap Gaza, dan mengizinkan serta memfasilitasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang terkepung, dalam jumlah yang cukup.

Armada Flotilla Sumud Global berangkat dari Barcelona pada 15 April, dan pada 30 April, pasukan Israel merebut kapal-kapal armada itu di dekat Pulau Kreta, Yunani, serta merusak mesin dan sistem navigasinya, menurut para aktivis kemanusiaan.

Para aktivis itu menyatakan bahwa pasukan Israel menaiki kapal mereka dan menahan 180 aktivis, 178 di antaranya kemudian dibebaskan.

Saif Abukeshek, warga negara Spanyol dan Swedia keturunan Palestina, serta Thiago Avila, warga negara Brasil, masih ditahan oleh Israel.

Israel menyebutkan bahwa Saif dan Thiago diduga “membantu musuh selama perang” dan menjadi anggota “organisasi teroris.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here