CARAPANDANG – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa konflik antara Iran vs Amerika Serikat-Israel diprediksi berdampak pada tekanan ekonomi Indonesia dan dunia.
JK mengatakan salah satu dampak yang ditimbulkan adalah kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya berdampak pada berbagai negara.
“Bukan hanya Indonesia, di Asia seperti China, Filipina, Malaysia, Singapura, India, di Eropa dan Amerika juga terkena dampaknya,” kata Jusuf Kalla dalam keterangan persnya, Jumat, 13 Maret 2026.
Dia mengatakan dampaknya sudah langsung terlihat yakni kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global sudah mencapai 100 Dolar per barel.
Dari kenaikan harga BBM ini akan menambah beban subsidi energi dan meningkatkan biaya logistik di Indonesia.
“Logistik pasti akan terjadi masalah, tapi yang jelas harganya pasti naik. Itu efeknya,” kata dia.
Lebih lanjut, Kalla menilai situasi tersebut juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan, termasuk nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta pergerakan pasar saham.
Dampak konflik geopolitik tersebut merupakan fenomena global yang dirasakan hampir seluruh negara, meskipun masing-masing negara bisa menghadapi tingkat tekanan ekonomi yang berbeda.
“Ini terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia efeknya,”katanya.