Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana dihadiri tokoh masyarakat, pengurus ICV, ulama, serta warga Muslim Indonesia di Australia. Pembangunan masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pembinaan generasi muda Muslim Indonesia di Victoria.
Adapun Masjid Hajjah Yuliana sendiri merupakan wakaf dari bapak Haji Yendra Fahmi, lahan yang diwakafkan tersebut adalah bekas kantor polisi wilayah Laverton yang dibelinya melalui lelang pada bulan April 2026 dengan luas 1.500 meter persegi.