Sementara itu, General Manager JW Marriott Hotel Beijing Central, Wang Huan, mengakui makanan Indonesia memiliki ciri khas unik.
"Makanan memiliki kekuatan unik untuk menyatukan manusia dan festival ini adalah cara kami untuk menghormati kekayaan warisan kuliner Indonesia sekaligus memperkuat ikatan antara kedua budaya kita," kata Wang Huan.
Dalam festival itu, secara khusus dihadirkan juru masak Chef Yuli Hartanto, yang merupakan Executive Sous Chef JW Marriott Surabaya, untuk menyajikan aneka makanan otentik Indonesia.
"Masakan Indonesia adalah cerminan kekayaan budaya Indonesia yang beragam, hangat, dan berakar kuat pada kebersamaan. Saya merasa terhormat dapat membawa makanan otentik Indonesia dengan berbagai latar belakang budaya dibaliknya ke Beijing dan berbagi cita rasa tanah air saya dengan masyarakat di Beijing," kata Yuli.
Dalam acara pembukaan, ditampilkan pula tarian tradisional Indonesia, Tor Tor oleh mahasiswi Indonesia di Beijing.
KBRI Beijing juga mempromosikan berbagai destinasi wisata Indonesia kepada pengunjung, seperti Bromo, Banyuwangi, Kawah Ijen, Wairebo, dan Pantai Pink.
Dalam festival yang berlangsung selama dua pekan tersebut, pengunjung juga bisa menikmati hidangan utama sekaligus makanan ringan khas Indonesia, seperti pisang goreng, dadar gulung, dan kue cantik manis.
China merupakan negara tujuan utama ekspor aneka rempah dan bumbu Indonesia, termasuk kapulaga, lada putih, pala, lada hitam, cengkeh, dan juga kayu manis.