Mengusung tema “Bridging Research, Policy, and Practice: Pathways toward an Inclusive, Equitable and Sustainable Futures”, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara hasil penelitian, proses perumusan kebijakan, dan praktik pendidikan di lapangan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, membuka acara dengan penegasan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks sehingga penyelesaiannya tidak bisa dengan pendekatan yang terpisah.
“Jembatan antara riset dan kebijakan sering kali terputus. Peneliti menerbitkan hasil penelitian yang tidak dibaca pembuat kebijakan, sementara pembuat kebijakan mengambil keputusan tanpa memanfaatkan hasil riset. Kita harus mengubah keadaan ini. Peneliti dan pembuat kebijakan harus duduk bersama sejak awal untuk merancang solusi bagi pendidikan,” ujar Menteri Mu’ti saat membuka kegiatan di Jakarta, Selasa (9/6).
Senada dengan Mendikdasmen, Presiden Dewan SEAMEO, H.E. Datin Seri Setia Dr. Hajah Romaizah binti Haji Mohd Salleh, menyampaikan bahwa CPRN telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan riset, kebijakan, dan praktik pendidikan di Asia Tenggara.
“Pengetahuan yang dihasilkan para peneliti tidak boleh berhenti di ruang akademik. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.