CARAPANDANG.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan telah menyiapkan anggaran bantuan sosial kebencanaan tahap pertama senilai Rp600 miliar untuk penanganan dampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk penyaluran santunan serta program pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor, setelah sebelumnya pemerintah memfokuskan penanganan pada distribusi logistik dan operasional dapur umum.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, berkurangnya jumlah pengungsi di wilayah terdampak menjadi indikator bahwa penanganan kebencanaan kini memasuki fase lanjutan, yakni penyaluran santunan dan pemulihan kehidupan masyarakat.
“Untuk kebencanaan di tiga daerah itu yang sudah kami lakukan adalah penyaluran logistik dan dapur umum. Sekarang pengungsi sudah mulai berkurang, sehingga kami masuk ke tahap penyaluran santunan dan pemulihan,” ujar Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Kemensos sebelumnya telah menyalurkan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia sebesar Rp15 juta per orang. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada korban luka berat dengan nilai Rp5 juta per orang.
Berdasarkan data Kemensos, hingga awal Januari tercatat sebanyak 355 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menerima santunan tersebut.