Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) Florencio Mario Vieira menyebut BGN merancang ekosistem pangan menyeluruh dari produksi hingga distribusi demi ketahanan gizi nasional. Ia menyebut hampir 21 ribu SPPG aglomerasi dan 8.670 terpencil diproses, memperluas akses layanan gizi hingga pelosok.
“Hingga hari ini terdapat hampir 21.000 SPPG aglomerasi dan 8.670 SPPG terpencil yang sedang dalam proses. Tantangan terbesar adalah rantai pasok, karena kualitas dan kesegaran pangan sangat penting agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” kata Mario.
Ia menekankan, MBG juga berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi perempuan. Sekitar 90 persen tenaga kerja di SPPG adalah perempuan, atau lebih dari satu juta orang terlibat dalam ekosistem tersebut.
“Dampaknya sangat terasa, termasuk perubahan peran dalam rumah tangga. Namun ada tantangan sosial seperti kecemburuan dan resistensi, sehingga perlu edukasi sosial dan penguatan relasi keluarga,” ucap Mario menjelaskan. dilansir rri.co.id