Beranda Kesehatan Kurangnya Waktu Tidur Pengaruhi Perubahan Fisik

Kurangnya Waktu Tidur Pengaruhi Perubahan Fisik

kurangnya waktu tidur, meski hanya satu jam, mampu memicu perubahan fisik yang signifikan

0
Tidur

CARAPANDANG - Dampak buruk kurang tidur bagi kesehatan jantung dan metabolisme sudah lama menjadi perhatian medis. Namun, temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa kurangnya waktu tidur, meski hanya satu jam, mampu memicu perubahan fisik yang signifikan.

Melansir Time, studi yang dipimpin oleh Marie-Pierre St-Onge, Direktur Center of Excellence for Sleep and Circadian Research di Universitas Columbia, menguji 95 partisipan yang terbiasa tidur 7,5 jam semalam. Selama enam minggu, para partisipan diminta memotong durasi tidur mereka sebanyak 1,5 jam dengan cara tidur lebih lambat namun tetap bangun di jam yang sama.

Hasil pengamatan menunjukkan sejumlah dampak nyata pada tubuh partisipan. Rata-rata partisipan mengalami kenaikan berat badan sekitar 0,45 kg selama periode uji coba.

Terjadi peningkatan kadar hormon leptin-hormon yang berkaitan dengan lemak tubuh dan regulasi nafsu makan. Meski waktu terjaga lebih panjang, pembakaran energi justru berkurang akibat meningkatnya perilaku minim gerak (sedentary).

Eksperimen pembatasan tidur sebelumnya kerap berfokus pada kondisi ekstrem, seperti membatasi tidur hingga 4 jam semalam yang terbukti memicu konsumsi hingga 300 kalori tambahan per hari. Studi terbaru ini sengaja merancang skenario yang lebih realistis dengan memotong durasi tidur sebesar 1,5 jam guna mencerminkan pola hidup masyarakat modern.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here