Beranda Edukasi Lokakarya Membaca Nyaring: Upaya Kemendikdasmen Bangun Kebiasaan Literasi Sejak Dini

Lokakarya Membaca Nyaring: Upaya Kemendikdasmen Bangun Kebiasaan Literasi Sejak Dini

Kita seperti menjadi korban teknologi. Penggunaan gawai sudah luar biasa, bahkan bisa mencapai 6-7 jam per hari dan termasuk tertinggi di dunia

0
Kemendikdasmen

Ia juga menyampaikan bahwa kebiasaan membaca pada anak adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda. “Anak-anak yang tumbuh bersama buku akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih terbuka, rasa ingin tahu yang lebih tinggi, serta kemampuan berkomunikasi dan berempati yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, budaya membaca tidak dapat tumbuh dengan sendirinya. Anak perlu didampingi, diberikan contoh, dan diciptakan suasana yang menyenangkan agar mereka mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari keseharian.

Masmidah juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menjadikan budaya literasi menjadi gerakan bersama. “Mari kita jadikan gerakan literasi sebagai gerakan bersama. Hadirkan lebih banyak ruang membaca, lebih banyak cerita untuk anak-anak, dan lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka mengenal dunia melalui buku,” imbuhnya.

Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, menyebut lokakarya ini selaras dengan program prioritas pemerintah. “Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam membangun kebiasaan membaca pada anak, sesuai dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang salah satunya adalah membaca,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Marlina juga memaparkan bahwa tujuan pelaksanaan lokakarya tersebut sebagai langkah penguatan budaya literasi hingga membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here