CARAPANDANG - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan membangun industri metanol di Jawa Timur dan Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan biodiesel B50.
“Metanolnya kami butuh, hanya untuk B50, itu sekitar 2,5 juta ton per tahun. Maka, langkah berikutnya adalah kami mendorong untuk segera membangun industri metanol,” ujar Bahlil ketika ditemui setelah peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis.
Bahlil menyampaikan pemerintah akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan industri metanol di Bojonegoro, Jawa Timur, pada Juli 2026. Industri metanol yang akan dibangun di Bojonegoro, Jawa Timur nantinya menggunakan bahan baku gas.
Kemudian, pemerintah juga akan membangun industri metanol di Kalimantan Timur yang menggunakan bahan baku batu bara.
“Yang di Kalimantan Timur ini merupakan bagian hilirisasi daripada batu bara,” ucap Bahlil.
Dengan demikian, ia berharap agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan metanolnya untuk program B50.
“Munculnya B50 ini ada peningkatan kebutuhan metanol. Tantangan yang harus menjadi perhatian kami bersama, khususnya dari Kementerian ESDM,” ujar Bahlil.