Perubahan paradigma ini patut diapresiasi. Selama bertahun-tahun, hubungan pusat dan daerah kerap dipersepsikan sebagai hubungan yang bersifat satu arah. Daerah menjadi pelaksana kebijakan, sedangkan pusat menjadi perumus utama.
Kini, melalui APEKSI, pemerintah kota mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih setara. Daerah membawa data, pengalaman, inovasi, sekaligus usulan penyempurnaan kebijakan.
Berbagi kekuatan
Salah satu kekuatan terbesar pemerintah kota sesungguhnya bukan terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada kemampuan berinovasi.
Berbagai kota telah menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya tidak selalu menjadi penghalang lahirnya terobosan. Digitalisasi parkir di Surabaya berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah.
Kota Malang mengembangkan sistem perpajakan elektronik yang mempermudah wajib pajak sekaligus memperkuat penerimaan daerah. Medan menghadirkan inovasi digital untuk optimalisasi pajak, sementara kota-kota lain memiliki berbagai aplikasi pelayanan publik yang terbukti efektif.
Hal yang menarik, inovasi tersebut tidak lagi dipandang sebagai aset eksklusif daerah masing-masing. Semangat yang dibangun APEKSI justru mendorong agar aplikasi, sistem, maupun praktik terbaik dapat dihibahkan kepada kota lain tanpa harus memulai dari nol.