CARAPANDANG - Negara-negara Eropa secara tegas menolak seruan Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan pasukan angkatan laut ke Selat Hormuz. Mereka menegaskan tidak berniat terlibat secara militer dalam konflik yang semakin memanas dengan Iran.
Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, usai menggelar pertemuan dengan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, Senin (16/3/2026) waktu setempat.
Kallas menekankan bahwa negara-negara anggota tidak memiliki keinginan untuk terlibat secara aktif dalam aksi militer melawan Iran dan menyebut Eropa tidak punya kepentingan dalam perang tanpa akhir.
"Tidak ada seorang pun yang ingin terlibat secara aktif dalam perang ini," tegas Kallas.
Ia menjelaskan bahwa prioritas utama blok tersebut saat ini adalah menjaga kebebasan navigasi dan mengintensifkan upaya diplomatik, bukan memperluas misi militer yang ada seperti Operasi Aspides di Laut Merah hingga ke Selat Hormuz.
Sejumlah negara besar Eropa juga menyuarakan penolakan serupa. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan Berlin tidak akan melakukannya dan menyerukan solusi politik yang cepat untuk mengakhiri konflik.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan bahwa itu bukan perang mereka.
"Ini bukan perang kami, kami tidak memulainya, ujar Merz seraya mengingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar kawasan NATO memerlukan persetujuan hukum dan parlemen.