Konferensi internasional edisi keempat ini diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda), yang bekerja sama dengan Asia Pacific Student Association serta Electrical & Electronic Engineering Nanyang Technological University. Ajang bergengsi ini diikuti oleh 150 peserta yang datang dari 10 negara di berbagai belahan dunia.
Dalam presentasi nya di hadapan dewan juri, Hazizah memaparkan solusi konkret terkait pengelolaan limbah yang kerap menjadi masalah krusial di pemukiman warga.
Formulasi sampah yang diubah menjadi sabun ini dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus menekan risiko penyakit yang ditimbulkan oleh penumpukan limbah tak terkelola.
Inovasi yang diusung oleh mahasiswi Kesehatan Masyarakat ini juga dinilai sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan PBB.
Secara spesifik, karya ini mendukung pencapaian SDGs poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta poin ke-13 terkait Penanganan Perubahan Iklim demi menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan.
Ditemui usai pengumuman pemenang, Nur Hazizah tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya atas pencapaian di tingkat internasional ini.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih penghargaan ini,” ungkapnya.