Dalam laporan tersebut, pertumbuhan industri food service ditopang oleh ekspansi jaringan hotel dan restoran internasional, meningkatnya popularitas specialty coffee dan premium bakery, serta berkembangnya layanan pesan-antar makanan berbasis digital yang semakin memperluas akses konsumen terhadap produk dan layanan berkualitas.
Di sisi lain, industri juga memasuki fase transformasi dengan meningkatnya permintaan terhadap produk berkualitas premium, penerapan kewajiban sertifikasi halal yang semakin luas, serta persaingan yang semakin kompetitif di tingkat regional.
Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan sebuah platform bisnis yang mampu mempertemukan pelaku industri, pemasok, distributor, hingga pengambil kebijakan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Meysia mengatakan prospek penyelenggaraan FHI 2026 turut didukung nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diproyeksikan mencapai 6,13 triliun dolar AS pada 2028, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,3 persen pada 2026.
Sejalan dengan itu, sektor hospitality diperkirakan tumbuh hingga tiga kali lipat pada 2030 seiring meningkatnya investasi, berkembangnya pariwisata berkelanjutan, serta semakin tingginya permintaan terhadap pengalaman kuliner dan layanan hospitality yang berkualitas.