CARAPANDANG - Pada pagi hari di padang rumput yang terhampar luas di Chagan Naoer di wilayah Abaga, Xilingol, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China, lebih dari 100 ekor sapi dan domba terlihat mencari makan dengan tenang.
Namun, pemandangan penggembala penunggang kuda yang tekun berpatroli di padang rumput itu kini semakin jarang terlihat.
Sebuah perangkat pemantau bertenaga surya yang dipasang di tempat tinggi di padang rumput tersebut perlahan memutar kameranya, sambil mengirimkan gambar kondisi padang rumput, persebaran ternak, dan status sumber air dalam waktu nyata (real-time).
Seorang penggembala bernama Delhei Honggeer duduk di dalam yurt. Melalui ketukan ringan di layar ponselnya, dia dapat menyalakan atau mematikan sumur air serta memantau data padang rumput dari jarak jauh.
Delhei Honggeer, kelahiran 1989, merupakan putra asli keluarga penggembala. Sejak kecil, dia tumbuh besar dengan menggembala di padang rumput dan memahami betul kerasnya kehidupan peternakan tradisional.
Di padang rumput, Delhei Honggeer telah bertahun-tahun aktif berkecimpung di garis depan area penggembalaan dan menjelajahi berbagai padang rumput di setiap sumu dan gacha di wilayah Abaga.