CARAPANDANG - Sejumlah pejabat Pentagon mengatakan kepada para anggota parlemen Amerika Serikat (AS) bahwa enam hari pertama kampanye militer AS terhadap Iran menelan biaya lebih dari 11,3 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.867), menurut laporan The New York Times, Rabu (11/3).
Laporan itu, yang mengutip pernyataan tiga orang yang familier dengan pengarahan tertutup antara Pentagon dan Kongres AS, mengatakan data tersebut, yang dianggap sebagai perkiraan awal paling komprehensif yang diterima oleh Kongres AS sejauh ini, belum mencakup banyak pengeluaran terkait lainnya, seperti penguatan perangkat keras dan personel militer sebelum serangan pertama.
Imbasnya, para anggota parlemen bipartisan memperkirakan jumlah itu akan meningkat secara signifikan seiring Pentagon terus menghitung biaya yang terakumulasi selama pekan pertama, menurut laporan tersebut.
Serangan awal itu menggunakan berbagai senjata, termasuk bom luncur berpemandu dengan kemampuan presisi tinggi AGM-154, yang harganya berkisar dari 578.000 dolar AS hingga 836.000 dolar AS per unit, urai laporan itu, seraya menambahkan bahwa Angkatan Laut AS membeli kurang lebih 3.000 unit bom tersebut sekitar dua dekade yang lalu.