Menurut Dede, perkembangan teknologi satelit dalam beberapa tahun terakhir berlangsung sangat pesat. Peningkatan resolusi spasial memungkinkan objek di permukaan bumi diamati dengan lebih rinci, sementara peningkatan resolusi temporal membuat satelit mampu merekam kondisi wilayah dengan frekuensi yang semakin tinggi. Di sisi lain, bertambahnya kemampuan spektral memungkinkan identifikasi karakteristik tanaman dilakukan secara lebih akurat berdasarkan respons spektralnya.
Kemajuan tersebut memungkinkan pemantauan kondisi pertanian dilakukan secara hampir real-time. Berbagai informasi, mulai dari jenis tanaman, luas areal tanam, kondisi pertumbuhan, hingga indikasi gangguan akibat kekeringan, banjir, maupun serangan organisme pengganggu tanaman dapat diketahui lebih cepat dibandingkan metode survei konvensional.
Perkembangan teknologi ini semakin diperkuat dengan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Menurut Dede, AI mampu mempercepat proses analisis jutaan data citra satelit yang sebelumnya membutuhkan waktu lama apabila dilakukan secara manual. “Dengan dukungan AI, proses pengolahan data menjadi lebih cepat dan akurat sehingga sangat membantu dalam pemetaan komoditas pangan strategis,” ia menjelaskan.